Dalam sejarah Islam, kita mengenal banyak sosok hebat. Namun, ada satu nama yang selalu berhasil mengukir senyum di wajah Rasulullah SAW, dialah Nu'ayman bin Amr Beliau adalah pejuang Badar, namun ia juga seorang "komedian" sejati di masa kenabian.
Kisah Terkenal: Menjual Sahabat Sendiri
Salah satu kisah paling legendaris adalah saat Nu'ayman ikut berdagang ke Syam bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Suwaibit bin Harmalah.
Suatu siang, Suwaibit yang bertugas menjaga makanan menolak memberi Nu'ayman jatah makan karena Abu Bakar (sang pemimpin kafilah) sedang tidak ada. Karena merasa lapar dan jahil, Nu'ayman pergi ke pasar dan menemui sekelompok orang.
"Saya punya budak yang pintar dan kuat, tapi dia punya satu kekurangan: dia selalu mengaku bahwa dirinya adalah orang merdeka. Apakah kalian mau menjualnya dengan harga murah?"* tanya Nu'ayman.
Orang-orang pasar pun tertarik dan membeli "budak" itu dengan beberapa ekor unta. Nu'ayman menunjuk Suwaibit sebagai budaknya. Ketika orang-orang itu ingin menangkap Suwaibit, Suwaibit berteriak, *"Aku bukan budak! Aku orang merdeka!"
Para pembeli tertawa dan berkata, "Kami sudah tahu sifatmu itu," lalu mereka membawanya pergi.
Ketika Abu Bakar kembali dan mendengar kejadian itu, ia segera mengejar mereka dan menjelaskan permulaan untuk membebaskan Suwaibit. Saat kisah ini diceritakan kepada Rasulullah SAW, beliau tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Bahkan, Rasulullah sering menceritakan kembali kisah ini kepada para tamu hingga setahun setelah kejadian tersebut.
Pelajaran di Balik Candaan Nu'ayman
Mengapa kisah Nu'ayman penting bagi kita sekarang?
1. Islam itu Indah dan Manusiawi: Islam tidak melarang tawa dan kegembiraan selama tidak mengandung maksiat atau menyakiti secara permanen.
2. Rasulullah SAW adalah Pribadi yang Hangat: Beliau tidak selalu kaku dan serius. Beliau menghargai perbedaan kepribadian para sahabatnya, termasuk sosok humoris seperti Nu'ayman.
3. Kasih Sayang di Tengah Kesalahan: Nu'ayman pernah gagal dalam masalah khamr berkali-kali. Namun, saat ada yang melaknatnya, Rasulullah membela Nu'ayman dengan bersabda: "Jangan melaknatnya, karena sesungguhnya dia mencintai Allah